6 Tragedi Nuklir yang Paling Mengerikan di Dunia


6 Tragedi Nuklir yang Paling Mengerikan di Dunia

Meski melulu sebatas tahu, tampaknya tidak sedikit orang sadar alangkah berbahayanya nuklir. Saking bahayanya, senjata nuklir melulu boleh dikembangkan dan dipunyai secara legal oleh lima negara saja: AS, Inggris, Rusia, Perancis, dan Cina. Setelah bom nuklir meluluhlantahkan Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, semua pemimpin dunia kelihatannya ‘kapok’ dan sepakat guna tak lagi memakai senjata nuklir dalam situasi apapun.

Nuklir memang dapat dikembangkan jadi senjata pemusnah massal yang paling mengerikan. Makanya negara-negara kecil dan terisolir laksana Korea Utara seringkali memakai ‘kartu’ nuklir untuk menakut-nakuti negara-negara lain. Meskipun berbahaya, nuklir juga dapat diolah jadi energi yang sangat diperlukan untuk kehidupan manusia. Tapi risiko pengolahan nuklir ini memang paling besar. Sekalinya terdapat insiden atau kemalangan nuklir, tidak sedikit kota yang mesti sepenuhnya ditinggalkan selamanya sebab radiasi. Nah kali ini Hipwee News & Feature hendak membawa kalian untuk menyaksikan insiden-insiden nuklir terparah di dunia. Biar tambah waspada aja!

1. Fukushima Daichi. Akibat gempa dan tsunami besar di Jepang tahun 2011, reaktor nuklir besar di kota Fukushima meledak dan mengakibatkan 500 ribu penduduk sekitar mesti dievakuasi

Setelah ditinggalkan sekitar lebih dari empat tahun, pemerintah Jepang menarik keluar perintah pengungsian pada tahun 2015. Kota Fukushima kesudahannya dinilai lumayan aman guna kembali ditinggali. Namun banyak sekali warga masih sangsi dan fobia akan akibat radiasi. Kebanyakan melulu kelompok manula yang hendak menghabiskan saldo hidupnya di dusun halaman, menyimpulkan untuk kembali. Berdasarkan keterangan dari International Nuclear and Radiological Event Scale (INES), bencana nuklir di Jepang ini termasuk kelompok 7 alias yang terparah.

2. Chernobyl. Tragedi meledaknya reaktor nuklir Chernobyl di Ukraina pada tahun 1986, masih jelas membekas. Zona khusus dalam radius 30 km, masih tidak dapat dihuni sampai saat ini

Kota Pripyat yang dulunya mempunyai 50 ribu penduduk, jadi kota hantu semenjak tahun 1986 via telegraph.co.uk

Sudah lebih dari tiga dasawarsa lamanya, meledaknya reaktor nuklir Chernobyl disinggung sebagai tragedi nuklir terparah dalam sejarah. Seperti Fukushima, INES pun mengkategorikan kemalangan nuklir Chernobyl sebagai level 7. Dari 200 orang yang terpapar kontaminasi nuklir parah pada tahun 1986, 32 diantaranya meninggal dalam masa-masa tiga bulan saja. Meski barangkali tidak tampak dengan mata telanjang, radiasi nuklir tersebut sangat berbahaya untuk tubuh manusia. Yang lebih mencekam lagi, akibat radiasi nuklir tersebut juga seringkali jangka panjang.

Radiasi nuklir menyerang sel dalam tubuh dan seringkali mengakibatkan pertumbuhan sel yang tidak normal. Makanya tidak sedikit orang yang telah terkena akibat nuklir kesudahannya meninggal sebab pertumbuhan sel buas seperti kanker. Karena urusan tersebut jugalah, jumlah sah korban tragedi Chernobyl yang terjadi 31 tahun kemudian masih diperdebatkan sampai saat ini. Selain akibat kesehatan, lebih dari 350 ribu penduduk dari kota-kota sekitar laksana Pripyat mesti direlokasi. Katanya sih hewan-hewan binal sudah mulai terlihat, namun sepertinya area ini masih tidak aman guna ditinggali manusia.

3. Kyshtym. Bukan hanya reaktor nuklir aktif saja yang berbahaya, peristiwa meledaknya limbah nuklir pada tahun 1957 di Uni Soviet ini masuk kelompok INES 6

4. Three Mile Island. Karena kekeliruan teknis dan kelengahan manusia, reaktor nuklir di kota Pennsylvania AS meleleh beberapa pada tahun 1979. Akibatnya, 140 ribu orang mesti dievakuasi

5. Windscale. Kebakaran di reaktor nuklir kesatu Inggris di kota Cumberland pada tahun 1979, mengakibatkan munculnya awan mengandung materi radioaktif sekitar berbulan-bulan

6. Tokaimura. Kecelakaan nuklir level 4 INES Tempatbet55  terjadi di Jepang pada tahun 1999 sebab kurangnya formalitas keamanan. Terkena material nuklir secara langsung, dua pegawai meninggal sebab radiasi nuklir terbesar yang pernah diderita seseorang

Berbeda dengan tragedi beda yang barangkali masif secara cakupan, kemalangan nuklir pada tahun 1999 di Jepang ini dapat dibilang lumayan terisolasi. Akibat kurangnya standar ketenteraman dalam pengolahan pelajaran nuklir yang paling radioaktif, tiga pegawai reaktor Tokaimura terkena material radiokatif secara langsung. Bahkan radiasi yang diderita di antara pegawai mempunyai nama Hisashi Ouchi, dinamakan sebagai radiasi nuklir terbesar yang pernah dirasakan seorang insan dalam sejarah. Besarnya radiasi nuklir Ouchi, bahkan dicerminkan sama besarnya dengan berdiri di titik pusat jatuhnya bom Hiroshima.

Kulit sekujur tubuhnya mengelupas dan semua organ internalnya hancur secara perlahan-lahan. Kasus ini pun sempat mengundang polemik etis sebab tim dokter berjuang terus menjaga Ouchi walau kondisinya paling memprihatinkan. Setelah 83 hari, berkali-kali transplantasi kulit, dan sekian banyak kegagalan organ, akhirnya kesebelasan dokter dan family ‘melepaskan’ Ouchi. Beberapa orang bahkan menyebutnya sebagai kematian terjelek dalam sejarah. Kisah ini sampai diusung sebagai kitab berjudul ‘A Slow Death: 83 Days of Radiation Sickness‘

Mengerikan banget ya tragedi-tragedi nuklir di atas?! Dari beratus-ratus ribu orang yang mesti meninggalkan dusun halamannya guna selamanya sampai mengakibatkan kematian terjelek dalam sejarah, nuklir tersebut memang paling berbahaya. Yang lebih meresahkan ialah fakta bahwa sampai saat ini para berpengalaman belum dapat menemukan penyelesaian yang lebih aman dan efektif guna ‘membersihkan’ limbah atau bekas radiasi nuklir. Di samping fatal, tragedi nuklir pun punya efek jangka panjang. Meski paling berbahaya, energi nuklir tersebut emang powerful banget dan menurut keterangan dari banyak berpengalaman layak guna terus dikembangkan. Tapi ya itu, mesti hati-hati banget!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *